Perbedaan Asuransi Pendidikan dan Tabungan Pendidikan - Masamos.com

Perbedaan Asuransi Pendidikan dan Tabungan Pendidikan

Perbedaan Asuransi Pendidikan dan Tabungan Pendidikan

Perbedaan Asuransi Pendidikan atau Tabungan Pendidikan - Beberapa orang tua masih mengalami dilema memilih antara asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan. Keduanya benar-benar membantu mempersiapkan keuangan bagi anak Anda untuk bersekolah sampai ke jenjang perguruan tinggi.

Mana yang lebih baik dan menjanjikan?


Peningkatan biaya pendidikan bisa mencapai 10% per tahun. Padahal, seperti dilansir Kompas, lembaga Keuangan ZAP mengatakan, kenaikan bisa mencapai 20% per tahun.

Artinya, jika uang kuliah saat ini adalah 15 juta rupiah, biaya bisa mencapai 17 juta rupiah pada tahun ajaran baru tahun depan. Bayangkan peningkatan biaya dalam lima hingga sepuluh tahun.

Menurut survei Kelly Service Indonesia, peningkatan upah karyawan di Indonesia pada tahun 2016 hanya 7% hingga 10% saja. Hal ini tentunya sangat memberatkan Anda sebagai orang tua untuk menyekolahkan anak, dimana kenaikan biaya pendidikan 2 kali lebih tinggi dari kenaikan upah.

Bukankah pemerintah sudah meluncurkan program pendidikan gratis?


Jangan salah paham! Biaya pendidikan tidak hanya soal biaya bulanan dan biaya bangunan sekolah. Masih ada biaya-biaya lain yang jika di total jumlahnya juga banyak. Biaya-biaya itu meliputi perlengkapan sekolah, seragam, transportasi dan biaya lainnya.

Pada saat memasuki dunia perkuliahan, selain biaya sekolah putra dan putri kita mungkin saja akan menempuh pendidikan di keluar kota. Jika sampai keluar kota pasti akan memerlukan biaya untuk mendukung perkuliahannya seperti hidup sehari-hari yang meliputi biaya kost dan konsumsi.

Perbedaan tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan


Untuk berbagai alasan, orang tua harus mempersiapkan dana pendidikan sedini mungkin dan memilih produk yang tepat sehingga mereka tidak perlu khawatir tentang kebutuhan pada saat diperlukan nanti.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, ada baiknya kita perhatikan antara perbedaan tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan walaupun keduanya mempunyai tujuan yang sama.

  • Asuransi pendidikan pada dasarnya adalah produk unit-link atau produk asuransi yang disertai dengan investasi.
  • Tabungan Pendidikan adalah tabungan berjangka yang mendapatkan bunga dengan besaran tertentu dan cara mencairkannya mempunyai jangka waktu sesuai ketentuan produk.

Mana yang lebih menguntungkan tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan


Tabungan pendidikan umumnya memiliki tingkat bunga antara 3 hingga 6 persen per tahun. Sedangkan asuransi pendidikan mengalokasi dana yang mereka kumpulkan dalam bentuk investasi, sehingga bunga yang diperoleh bisa lebih besar dari bunga tabungan pendidikan,  biasanya berkisar 15 hingga 23% per tahun

Dari sudut pandang ini, asuransi pendidikan tampaknya lebih menjanjikan karena manfaat bunga lebih besar daripada inflasi dunia pendidikan.

Tetapi bunga lebih besar dari asuransi pendidikan ini hanya berlaku jika hasil investasi yang dilakukan oleh perusahaan benar-benar menguntungkan.

Jika investasi yang dilakukan perusahaan tidak seperti yang diharapkan maka bukan tidak mungkin Anda diharuskan memperpanjang periode pembayaran premi.

Dengan kata lain selain bunga yang diperoleh asuransi pendidikan lebih besar dari tabungan pendidikan, harus diingat juga bahwa risiko asuransi pendidikan lebih besar dari tabungan pendidikan.

Mana yang lebih aman tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan


Sebagai produk yang dikeluarkan oleh lembaga perbankan, tabungan pendidikan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dengan kata lain, jika bank tempat Anda menabung bangkrut, dana tabungan akan tetap aman.

Sementara itu, asuransi pendidikan adalah produk dari perusahaan asuransi. Bahkan jika Anda dapat membelinya di bank, itu hanya berfungsi sebagai agen penjualan.

Selain itu, hasil tabungan pendidikan dapat diharapkan dan dihitung sesuai dengan perjanjian asli. Meskipun asuransi unit link nilainya tidak tetap, tetapi dapat lebih menguntungkan atau bisa juga malah rugi.

Asuransi pendidikan memiliki manfaat utama sebagai perlindungan. Jadi, tidak hanya memberikan dana yang telah disetor ditambah dengan bunganya, tetapi juga menjamin perlindungan keuangan untuk pendidikan.

Agar lebih mudah dipahami maka asuransi pendidikan akan kita ilustrasikan seperti dibawah ini:

Untuk polis dengan tanggungan sebesar 100 juta rupiah dan jangka waktu sepuluh tahun, jika pemegang polis meninggal dalam waktu lima tahun, ahli warisnya masih tetap akan memperoleh dana tanggungan senilai 100 juta rupiah ditambah hasil dari investasi premi yang dibayarkan setiap bulan.

Tabungan pendidikan juga memiliki asuransi, tetapi tentu saja, nilai tanggungannya rendah. Hal ini arena tujuan utama dari tabungan pendidikan ini bukanlah sebagai perlindungan.

Agar lebih mudah dipahami maka tabungan pendidikan akan kita ilustrasikan seperti dibawah ini:

Jika Anda mengambil deposito berjangka waktu lima tahun. Jika Anda meninggal pada waktu tabungan Anda baru berjalan selama tiga tahun, ahli waris akan tetap menerima jumlah penuh tabungan Anda selama lima tahun.

Jadi pilih asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan


Setiap produk memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Oleh karena itu sulit untuk menunjuk satu produk lebih baik dari yang lain. Namun, manfaat yang ditawarkan hanya dapat dimaksimalkan jika mereka sesuai dengan tujuan dan kondisi keuangan yang Anda miliki.

Sangat dianjurkan untuk memilih tabungan pendidikan jika tujuannya untuk dana pendidikan jangka pendek sekitar dua hingga lima tahun. Sebaliknya Anda memilih Asuransi Pendidikan untuk tujuan jangka panjang atau lebih dari lima tahun. Karena hasil investasi baru akan diperoleh setelah lima tahun pertama.

Penutup


Demikian tadi pembahasan mengenai perbedaan asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan. Dengan membaca artikel diatas pasti Anda tidak akan binggung lagi memilih antara asuransi pendidikan dan tabungan pendidikan. Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel