Sakit Gigi – Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan - Masamos.com

Sakit Gigi – Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

Sakit Gigi – Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

Sakit Gigi – Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan - Sakit gigi adalah kondisi di mana ada rasa sakit di sekitar gigi dan rahang. Tingkat keparahan nyeri dapat berkisar dari ringan hingga berat. Sakit gigi terasa terus menerus sepanjang hari atau dapat muncul dan hilang berulang kali tanpa batas.

Rasa sakit yang terkait dengan sakit gigi sering diperburuk ketika pasien makan atau minum (terutama makanan atau minuman panas atau dingin) dan pasien pergi tidur di malam hari.

Gejala sakit gigi


Dalam kasus sakit gigi, area rahang yang berdekatan dengan gigi yang terinfeksi akan terasa sakit dan terasa lembut. Terkadang sumber rasa sakit sulit dibedakan. Contohnya adalah nyeri seperti berasal dari telinga dalam kasus infeksi oleh geraham bawah dan rasa sakit seolah-olah berasal dari saluran sinus (rongga udara di belakang tulang pipi dan dahi) dalam kasus infeksi oleh geraham atas.

Selain rasa sakit, gejala sakit gigi lainnya adalah:

  • Pembengkakan di sekitar gigi yang terinfeksi.
  • Kepala terasa pusing.
  • Rasa dan bau kurang sedap dari gigi yang terinfeksi.
  • Badan demam.


Penyebab sakit gigi


Di dalam gigi adalah pulpa gigi. Pulpa gigi adalah lapisan terdalam dari struktur gigi yang terdiri dari pembuluh darah dan saraf sensitif. Sakit gigi terjadi ketika pulpa meradang. Penyebab peradangan dapat bervariasi, termasuk:

  • Karies gigi (kondisi ini sering disebabkan oleh permukaan rongga).
  • Tumpukan nanah di pangkal gigi karena infeksi bakteri (periapikal abses).
  • Mengurangi gusi.
  • Gigi retak.
  • Rusaknya tambalan gigi


Selain peradangan pada pulpa gigi, ada sejumlah kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang menyerupai sakit gigi, termasuk:

  • Sinusitis.
  • Abses periodontal.
  • Cedera pada sendi temporomandibular (sendi yang menghubungkan rahang ke tengkorak).
  • Pembengkakan pada gusi karena pertumbuhan gigi.


Dalam kasus sakit gigi berikut, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter jika:

  • Rasa sakit itu berlangsung lebih dari dua hari.
  • Sakit gigi dengan gejala infeksi (misalnya, bau busuk, bengkak, kemerahan pada gusi, dan nyeri saat mengunyah).
  • Sakit gigi membuat sulit menelan.
  • Sakit gigi membuat sulit bernafas.
  • Sakit gigi disertai demam.
  • Anda merasa sakit saat membuka mulut.
  • Sakit gigi dengan sakit telinga.


Diagnosis sakit gigi


Pertama-tama, dokter akan menanyakan gejala yang Anda alami, misalnya:

  • Dimana rasa sakitnya?
  • Seberapa parah rasa sakitnya?
  • Kapan rasa sakit biasanya muncul?
  • Apa yang membuat rasa sakit bertambah buruk?
  • Apa yang membuat rasa sakit hilang?


Pemeriksaan fisik sangat penting. Dalam hal ini, dokter akan memeriksa kondisi gigi, gusi, lidah, rahang, sinus, hidung, tenggorokan dan bahkan leher Anda. Jika perlu, pemeriksaan radiologis akan dilakukan.

Selain menanyakan tentang gejala, dokter biasanya akan meninjau riwayat kesehatan Anda.

Pengobatan gigi sakit


Metode perawatan sakit gigi oleh dokter akan ditentukan oleh penyebab sakit gigi itu sendiri. Sebagai contoh:

  • Dokter akan merawat kanal akar (root canal) jika pulpa gigi terpasang dan dokter akan mengangkat pulpa yang terinfeksi dan akhirnya memperbaiki gigi. Tujuan koreksi adalah agar infeksi tidak terjadi lagi.
  • Dokter akan membuat tambalan jika gigi ada yang berlubang. 
  • Dokter akan menambal jika sakit gigi disebabkan oleh kerusakan pada tambalan, sebelumnya sisa-sisa tambalan sebelumnya akan dibersihkan terlebih dahulu.
  • Dokter akan melakukan pencabutan gigi jika metode perawatan di atas tidak menyembuhkan sakit gigi.


Ada kemungkinan bahwa dokter mungkin melakukan pencabutan gigi jika sakit gigi disebabkan oleh pertumbuhan gigi baru yang terjepit di antara gigi-gigi yang lain dan menekan rahang.

Pengobatan sakit gigi di rumah


Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki sakit gigi untuk menemukan penyebabnya dan Anda dapat diobati dengan tepat. Tetapi selama Anda belum dapat menemui dokter, ada banyak cara untuk meredakan sakit gigi di rumah, termasuk:

  • Bersihkan antara gigi menggunakan benang gigi atau benang gigi untuk membersihkan plak dan sisa makanan yang terjebak di antara gigi.
  • Berkumurlah dengan air panas.
  • Oleskan minyak cengkeh ke gigi atau gusi yang sakit.
  • Oleskan obat antiseptik yang mengandung benzocaine ke gigi atau gusi yang sakit.
  • Kompres pipi dengan kompres dingin ketika sakit gigi disebabkan oleh trauma gigi.
  • Ambil penghilang rasa sakit yang dijual bebas di apotek (misalnya Ibuprofen, Parasetamol atau Aspirin). Sebagai peringatan, obat-obatan ini tidak boleh digunakan dengan menempatkan mereka langsung pada gusi karena mereka dapat merusak jaringan gusi. Selain itu, aspirin tidak boleh diberikan pada anak di bawah 16 tahun.


Cara mencegah sakit gigi


Mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, meskipun gigi Anda masih sehat, disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan untuk mencegah sakit gigi. Upaya pencegahan meliputi:

  • Periksa gigi Anda dengan dokter setidaknya dua kali setahun.
  • Batasi konsumsi makanan atau minuman manis, seperti cokelat, kue manis, dan manisan.
  • Sikat gigi paling sedikit dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.
  • Bersihkan antara gigi dengan benang gigi atau benang gigi.
  • Selain itu, pastikan mulut bebas dari bakteri, setelah selesai menyikat gigi lanjut berkumur dengan obat kumur jika perlu.
  • Hentikan atau kurangi rokok. Selain merusak paru-paru, kebiasaan merokok memiliki dampak negatif pada kesehatan gigi dan mulut


Penutup 


Demikian tadi pembahasan mengenai Sakit Gigi – Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan. Rutin kontrol ke dokter gigi paling sedikit 3 bulan sekali adalah cara paling efektif untuk mencegah sakit gigi. Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel